Pembalap penguji KTM, Pol Espargaro, mengeluhkan kelelahan yang luar biasa setelah mengikuti balapan MotoGP San Marino yang berlangsung di Sirkuit Misano. Dalam balapan tersebut, ia kembali mengambil alih posisi Maverick Vinales yang belum sepenuhnya pulih, namun harus menghadapi tantangan berat akibat kondisi fisiknya yang terbatas.
Pol Espargaro mengungkapkan bahwa ia merasa sangat kelelahan, terutama pada delapan lap terakhir yang terasa sangat berat baginya. "Seandainya durasi balapannya lebih singkat seperti balapan sprint, saya pasti bisa tampil kompetitif. Namun setelah melewati titik tersebut, lengan kanan saya mulai bermasalah, begitu pula dengan punggung saya. Saya mulai kewalahan dan rasanya saya mengendalikan motor layaknya seorang kakek-kakek," ujarnya.
Kondisi Fisik dan Tantangan Balapan
Espargaro merasa cukup puas dengan penampilannya di akhir pekan tersebut, terutama pada catatan satu putaran cepat dan di balapan sprint. Ia mampu bersaing dengan baik, setara dengan rekan-rekannya seperti Brad Binder dan Enea Bastianini. Namun, saat menghadapi balapan utama yang lebih panjang, tantangan fisik yang dihadapinya sangat terasa. "Saya sangat kewalahan dengan keterbatasan kondisi fisik saya dan juga secara teknis mengenai cara memacu motornya. Semuanya menjadi sangat sulit," tambahnya.
Pentingnya Kekuatan Fisik dalam Balapan
Espargaro menyadari bahwa balapan modern menuntut kekuatan fisik yang solid. Ia menegaskan bahwa jika seorang pembalap berada dalam kondisi tidak fit, maka akan sulit untuk bersaing. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Espargaro dan timnya, untuk mempersiapkan diri lebih baik di balapan mendatang.