Neil Hodgson mengungkapkan bahwa peraturan mengenai tekanan ban dalam MotoGP membuat ajang balap ini semakin sulit untuk menarik perhatian penggemar baru. Kritik tersebut muncul setelah Jorge Martin dan Marc Marquez mengalami dampak dari regulasi ini saat berlangsungnya MotoGP Indonesia.
Dalam balapan di Sirkuit Mandalika, baik Martin maupun Marquez terpaksa menghadapi situasi di mana tekanan ban depan mereka turun di bawah batas minimum yang telah ditetapkan. Hal ini memaksa para pembalap untuk mengurangi kecepatan dan memberi kesempatan kepada rival mereka untuk mendahului demi menjaga tekanan ban tetap sesuai ketentuan. Martin bahkan harus menurunkan kecepatannya saat memimpin Sprint dengan keunggulan sekitar 1,7 detik. Menurut Hodgson, keadaan seperti ini mengurangi daya tarik persaingan di lintasan.
Kritik Terhadap Aturan Tekanan Ban
Dalam podcast Gas It Out, Hodgson menyatakan bahwa perubahan jadwal akhir pekan MotoGP untuk musim mendatang bukanlah isu utama baginya. Ia lebih menyoroti peraturan tekanan ban yang dianggap mengganggu jalannya balapan. “Semua orang yang terlibat dalam balap motor tidak ingin melihat pembalap yang sedang memimpin dengan keunggulan 1,7 detik, seperti Jorge Martin di Sprint, harus mengurangi kecepatan dan membiarkan pembalap lain lewat. Ini benar-benar tidak masuk akal,” ungkap Hodgson.
Hodgson juga menambahkan bahwa sebagai komentator TNT, ia memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan MotoGP kepada publik. Namun, ia merasa bahwa regulasi ini justru menyulitkan upaya tersebut. Ia berharap masalah ini dapat teratasi ketika Pirelli mengambil alih sebagai pemasok ban MotoGP pada tahun 2027, menggantikan Michelin. Meskipun demikian, sistem pemantauan tekanan ban dipastikan akan tetap ada untuk musim depan.
Pentingnya Keselamatan dalam Balapan
Sementara itu, Carlos Ezpeleta, direktur olahraga MotoGP, menegaskan bahwa peraturan tersebut diterapkan untuk menjaga keselamatan. Tekanan ban yang terlalu rendah memang dapat memberikan keuntungan dalam performa, tetapi juga berisiko menimbulkan masalah. Menurut Ezpeleta, regulasi ini didukung oleh Michelin dan para produsen motor untuk memastikan keselamatan serta menjaga persaingan yang adil. Perdebatan mengenai penerapan aturan ini tanpa memengaruhi jalannya balapan masih terus berlangsung.