Roy Jones Jr mengungkapkan pendapatnya mengenai kemenangan Oleksandr Usyk atas Rico Verhoeven yang berlangsung pada Mei lalu, yang sempat memicu berbagai kontroversi. Usyk, yang merupakan mantan juara dunia tak terbantahkan di kelas penjelajah dan kini dua kali menjadi juara dunia tak terbantahkan di kelas berat, awalnya diprediksi akan meraih kemenangan dengan mudah melawan Verhoeven, mantan juara kickboxing yang baru memiliki satu kemenangan di tinju profesional.
Namun, pertarungan di atas ring ternyata berlangsung lebih ketat dari yang diperkirakan. Pertarungan tersebut berlangsung hingga ronde ke-11, dengan Verhoeven menunjukkan performa mengejutkan dan kemampuan tinju yang solid, serta berhasil mendaratkan banyak pukulan. Hingga akhir ronde ke-11, sejumlah penilai menganggap Verhoeven unggul sebelum akhirnya wasit menghentikan pertarungan, sebuah keputusan yang dianggap terlalu cepat oleh sebagian orang.
Pandangan Jones tentang Usyk
Dalam wawancara dengan Betting Lounge, Jones Jr menilai bahwa meskipun penampilan Usyk terlihat di bawah standar, hal itu tidak berarti bahwa petinju asal Ukraina tersebut telah habis. “Apakah Usyk sudah habis? Tidak. Sama sekali tidak. Itu soal gaya Rico yang patah-patah. Penampilan Rico yang membuat Usyk terlihat seperti itu, tanpa diragukan,” jelasnya.
Kontroversi Penghentian Pertarungan
Jones Jr juga memberikan tanggapan mengenai keputusan penghentian pertarungan tersebut. “Saya tidak akan bilang itu penghentian yang buruk. Mungkin bisa dibiarkan sedikit lebih lama, tapi wasit mungkin ingin melindungi petinjunya. Ia mungkin merasa pertarungan sudah selesai dan melakukan apa yang menurutnya terbaik. Itu bisa terjadi.”
Kontroversi yang muncul akibat penghentian ini mendorong desakan untuk diadakannya laga ulang. Usyk disebut-sebut memiliki peluang untuk mengambil opsi tersebut demi menghilangkan keraguan atas hasil pertarungan. Namun, jika Usyk memilih untuk melakukan rematch, ia harus rela melepaskan sabuk WBC-nya, karena telah diperintahkan untuk menghadapi penantang wajib berikutnya, Agit Kabayel.