Logo
Moto GP

Senna Agius Mengambil Inspirasi dari Casey Stoner Menjelang Debut di MotoGP

Senna Agius bersiap untuk tantangan baru di MotoGP 2027 dengan mengandalkan inspirasi dari Casey Stoner, sosok yang sangat dikaguminya. Agius mengagumi cara Stoner memberikan nasihat yang berharga.

D
Dyah Entenopo
24 August 2026 25 pembaca
Senna Agius membawa bendera Australia saat menang di Moto2.
Senna Agius membawa bendera Australia saat menang di Moto2.

Senna Agius, pembalap Moto2 asal Australia, akan memasuki dunia MotoGP pada tahun 2027. Dalam persiapannya, ia mengungkapkan bahwa sosok yang sangat menginspirasinya adalah Casey Stoner, mantan juara dunia MotoGP yang telah lama menjadi panutannya. Agius mengaku terkesan dengan cara Stoner memberikan nasihat, yang selalu dipikirkan dengan matang.

Persiapan Menuju MotoGP

Agius semakin mendekati debutnya di kelas utama setelah resmi diumumkan akan berlaga di MotoGP. Dalam perjalanan menuju kompetisi yang lebih tinggi, ia mengagumi Stoner bukan hanya karena prestasinya di lintasan, tetapi juga karena kepribadiannya yang kuat. "Ya, Casey adalah panutan saya. Terutama karena kepribadiannya," ungkap Agius dalam wawancara dengan Speedweek.

Stoner memiliki karier yang menarik, di mana ia memutuskan untuk pensiun dari MotoGP pada usia 27 tahun setelah berhasil meraih dua gelar juara dunia, termasuk pada tahun 2007 bersama Ducati. Keberhasilan ini menjadi salah satu momen penting yang sangat berkesan bagi Agius.

Kekuatan Mental dan Pengamatan

Agius mengagumi keputusan Stoner yang pindah ke Ducati pada saat itu, di mana banyak yang meragukan kemampuan tim tersebut untuk bersaing. "Saya sangat menghormati caranya pindah ke Ducati saat itu. Dia membawa sebuah proyek menuju gelar juara dunia yang sebenarnya tidak dianggap kompetitif, bahkan tidak bagi pembalap lain di garasi. Namun, dia tetap menjadi juara dunia," jelas Agius.

Menurut Agius, pencapaian Stoner menunjukkan betapa kuatnya mental dan kemampuan balapnya. "Saya sangat terinspirasi oleh Casey dan dia adalah panutan terbesar saya," tambahnya. Hubungan antara Agius dan Stoner juga semakin erat, dengan beberapa pertemuan yang telah terjadi, termasuk saat Stoner berkunjung ke Phillip Island. Agius juga terhubung dengan Stoner melalui Chaz Davies, yang merupakan manajer dan mentornya.

Walaupun Agius tidak merasa memiliki hubungan persahabatan yang sangat dekat dengan Stoner, setiap kesempatan untuk berbincang dengannya menjadi pengalaman yang berharga. Yang paling dikagumi oleh Agius adalah kebiasaan Stoner yang lebih banyak mengamati daripada berbicara. "Dia mengamati semuanya dengan sangat cermat. Dia bukan tipe orang yang terus-menerus mengatakan apa yang dia pikirkan. Namun, ketika dia mengatakan sesuatu, itu sangat berharga," tuturnya.

Agius menambahkan, "Komentar, rekomendasi, dan sarannya sangat berharga." Bagi Agius, sikap Stoner yang tidak banyak bicara justru membuat setiap nasihat yang diberikan menjadi semakin berarti menjelang langkah besarnya menuju MotoGP.

Artikel Terkait