Dalam berita terbaru seputar MotoGP, perhatian tertuju pada tantangan yang harus dihadapi Marc Marquez dalam perburuan gelar dunia di beberapa balapan yang akan datang. Alex Marquez, saudaranya, mengungkapkan bahwa Marc akan berhadapan dengan persaingan yang semakin ketat, terutama dari tim Aprilia, yang diprediksi akan menunjukkan performa kuat di sirkuit-sirkuit seperti Phillip Island, Qatar, dan Portimao.
Pada Grand Prix Indonesia, Marc Marquez yang membalap untuk tim pabrikan Ducati, berhasil menyelesaikan balapan di posisi keenam, dengan selisih waktu 10,7 detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi. Aprilia mencetak sejarah dengan menempatkan empat pembalapnya di posisi teratas untuk pertama kalinya, menunjukkan betapa ketatnya persaingan yang harus dihadapi oleh pembalap Ducati dalam usahanya meraih gelar juara dunia, dengan Jorge Martin dari Aprilia sebagai pesaing utama. Pabrikan dari Noale ini bahkan mulai mempertimbangkan penerapan perintah tim untuk meningkatkan peluang mereka dalam perebutan gelar.
Performa di Mandalika
Di Mandalika, Marc menjadi pembalap Ducati pertama yang menyentuh garis finis, unggul 6,1 detik dari Alex, saudaranya yang membalap untuk Gresini. Alex mengalami kesulitan untuk mengulangi performa yang membawanya ke posisi kedua dalam kejuaraan tahun lalu, di mana ia berhasil finis lebih dari 100 poin di atas Marco Bezzecchi yang berada di posisi ketiga. Alex Marquez menyoroti bahwa konstruksi ban belakang menjadi faktor utama yang memengaruhi performa Ducati di Indonesia. “Kami mengalami kesulitan dengan casing belakang ini, ban yang berbeda [diperkuat, tetapi tidak seperti di Austria atau Jepang],” ujarnya. Ia berharap agar masalah ini tidak terulang, terutama dengan adanya perubahan pemasok ban tahun depan, dan casing yang diperkuat tidak akan digunakan di sirkuit lain pada tahun ini.
Peluang Gelar yang Masih Terbuka
Marc Marquez meninggalkan Indonesia dengan mengumpulkan 22 poin, sama dengan pemimpin klasemen sementara Jorge Martin, yang masih unggul dua poin. Dengan mempertimbangkan ekspektasi Ducati di sirkuit yang secara tradisional sulit bagi Marc, mengurangi kerugian menjadi prioritas utama. “Dia berhasil menyelamatkannya, tanpa diragukan lagi,” komentar Alex mengenai performa Marc di Mandalika. Meskipun pertarungan gelar masih terbuka, Alex yakin bahwa Aprilia akan menjadi ancaman signifikan di beberapa seri mendatang. Dengan empat pembalap yang kompetitif, Alex Marquez percaya bahwa Ducati mungkin perlu menerapkan perintah tim untuk meningkatkan peluang gelar saudaranya. "Di Aprilia mereka sudah punya strategi yang jelas: mereka menginginkan gelar dan berbicara dengan semua pembalap," ungkap Alex yang berusia 29 tahun.