Logo
Moto GP

Tantangan Besar Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026 Menurut Nicolo Bulega

Nicolo Bulega mengungkapkan bahwa Toprak Razgatlioglu menghadapi banyak kesulitan dalam beradaptasi dengan MotoGP 2026, terutama terkait karakter motor dan ban Michelin.

D
Dyah Entenopo
16 September 2026 33 pembaca
Nicolo Bulega dan Toprak Razgatlioglu
Nicolo Bulega dan Toprak Razgatlioglu

Nicolo Bulega menilai bahwa Toprak Razgatlioglu mengalami tantangan yang lebih besar setelah beralih ke MotoGP pada tahun 2026. Pembalap dari tim Ducati ini menyebutkan bahwa perbedaan karakter antara motor dan ban Michelin menjadi salah satu penyebab utama kesulitan yang dialami Toprak dalam beradaptasi.

Pindahnya Toprak Razgatlioglu dari World Superbike ke MotoGP pada tahun 2026 ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Setelah meraih gelar juara dunia WSBK 2025, pembalap asal Turki ini hanya berhasil mengumpulkan 18 poin bersama Pramac Yamaha. Situasi ini menarik perhatian Nicolo Bulega, yang merupakan rival Toprak di WSBK dan akan bergabung dengan MotoGP pada tahun 2027 bersama tim VR46.

Pentingnya Waktu Perpindahan

Bulega berpendapat bahwa waktu perpindahan Toprak menjadi salah satu faktor yang membuat proses adaptasinya menjadi lebih rumit. Ia memiliki pengalaman langsung menghadapi perbedaan karakter di MotoGP, setelah menggantikan Marc Marquez pada dua seri terakhir musim 2025. Bulega merasakan betapa besar perubahan yang harus dilakukan oleh pembalap WSBK ketika mengendarai motor MotoGP.

"Perpindahan seperti yang dilakukan Toprak memang lebih sulit karena ada banyak hal berbeda yang harus dipikirkan," ungkap Bulega kepada GPOne. Ia menyoroti bahwa karakter motor MotoGP tidak hanya berbeda dalam cara mengendarainya, tetapi juga dalam sistem pengereman dan penggunaan perangkat seperti ride-height device.

Tantangan dari Ban Michelin

Menurut Bulega, tantangan terbesar justru berasal dari ban Michelin. Ia mengakui bahwa bagian ini juga menjadi masalah ketika dirinya tampil di MotoGP pada akhir musim lalu. "Menurut saya, hal yang paling sulit baginya, dan mungkin juga akan sulit bagi saya, adalah ban. Bukan karena bannya buruk, tetapi karakter ban tersebut benar-benar berbeda," jelasnya.

Bulega menambahkan bahwa kebiasaan yang terbentuk selama bertahun-tahun di WSBK tidak selalu dapat diterapkan di MotoGP. Pembalap harus mengubah cara mengerem, masuk tikungan, hingga mengatur pergerakan motor karena respons ban Michelin yang berbeda. Diharapkan situasi Toprak akan berubah pada tahun 2027, ketika MotoGP akan menggunakan mesin 850cc dan beralih dari Michelin ke Pirelli.

Bulega sendiri telah menjalani berbagai pengujian motor untuk tahun 2027, sehingga ia memiliki keuntungan dalam memahami karakter baru tersebut. Toprak juga berharap bahwa Yamaha dapat menciptakan motor yang lebih kompetitif agar potensinya dapat terlihat dalam era baru MotoGP ini.

Artikel Terkait