Sirkuit Mandalika menyimpan banyak pertanyaan bagi Marc Marquez. Sejak MotoGP Indonesia dimulai pada tahun 2022, pembalap dari tim Ducati ini belum pernah berhasil menyelesaikan balapan utama di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Catatan tersebut menjadikan seri MotoGP akhir pekan ini terasa sangat berbeda bagi Marquez.
Perjalanan Marquez di MotoGP Indonesia selalu berakhir dengan pengalaman yang menyakitkan. Pada kunjungan pertamanya di tahun 2022, ia mengalami kecelakaan parah di tikungan tujuh saat sesi pemanasan pagi, yang menyebabkan kambuhnya diplopia, sebuah gangguan penglihatan ganda, sehingga ia harus absen dari balapan. Setahun kemudian, nasib buruknya terulang dengan dua kali terjatuh dalam Sprint dan balapan utama.
Harapan di Tahun 2024
Pada tahun 2024, ada harapan baru ketika Marquez, bersama Gresini Ducati, berhasil finis di posisi ketiga dalam Sprint setelah memulai dari posisi ke dua belas. Namun, malang baginya, mesin Desmosedici GP23-nya terbakar pada lap kedua belas di balapan utama, sehingga ia kembali gagal mencapai garis finis.
Puncak kesulitan terjadi pada tahun 2025 ketika ia langsung tersingkir setelah ditabrak oleh Marco Bezzecchi di lap pertama. Insiden tersebut mengakibatkan cedera patah tulang bahu kanan, memaksanya untuk absen di empat seri terakhir meskipun ia telah mengamankan gelar juara di Jepang. Saat ini, Mandalika dan Portimao menjadi dua sirkuit di kalender yang belum pernah ia menangkan.
Persaingan Ketat Musim 2026
Tantangan semakin berat karena persaingan untuk meraih gelar di musim 2026 sangat ketat. Setelah GP Jepang, Jorge Martin dari Aprilia Racing memimpin klasemen dengan hanya selisih dua poin dari Marquez. Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, berusaha meredakan ekspektasi publik terkait performa Marquez di Mandalika.
“Saya rasa kehilangan 10 atau 12 poin bisa dianggap sebagai hal yang wajar,” ungkapnya kepada TNT Sports, sembari menegaskan bahwa ambisi tim tetap untuk meraih kemenangan. Ia juga menambahkan, “Ya, kita bisa menganggap kehilangan 10 atau 12 poin adalah hal yang wajar di Mandalika, tetapi kami akan pergi ke sana untuk menang.”
Meski demikian, Tardozzi tetap optimis dengan mengingatkan rekor positif Ducati di Mandalika, termasuk kemenangan Francesco Bagnaia di MotoGP 2023 dan Jorge Martin saat masih di Pramac pada 2024, serta Fermin Aldeguer dari Gresini Racing di tahun 2025.
Tardozzi juga yakin akan kemampuan Marc Marquez untuk menghadapi situasi sulit. “Pada akhirnya, saya tekankan lagi bahwa Marquez adalah seorang pemimpin. Dia adalah pemimpin di dalam pit. Dia tahu caranya untuk memotivasi orang-orang dan tahu cara menerima bantuan dari tim,” pungkasnya.