Yamaha baru saja mengumumkan bahwa Jorge Martin akan memimpin program 850cc mereka. Paolo Pavesio, selaku bos Yamaha, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mengetahui bahwa Fabio Quartararo akan meninggalkan tim untuk bergabung dengan Honda di akhir kontraknya. Pavesio menekankan bahwa Martin membuat Yamaha merasa diinginkan dan menjadi pilihan yang tepat sebagai pengganti Quartararo.
Walaupun Yamaha telah meraih kesuksesan besar bersama Quartararo, termasuk gelar juara dunia pada tahun 2021, hubungan antara pembalap dan tim mulai merenggang seiring dengan penurunan performa motor M1. Dengan Yamaha yang tengah dalam fase pembangunan kembali dan beralih ke mesin V4, Pavesio ingin memiliki pembalap yang berkomitmen untuk membantu tim kembali menjadi kekuatan di MotoGP.
Pentingnya Komitmen Pembalap
Pavesio menyatakan, "Jorge membuat kami merasa diinginkan." Dia menambahkan bahwa mereka sedang mencari seseorang yang bersedia bergabung dengan perusahaan yang sedang berjuang tetapi memiliki sejarah yang kuat. Yamaha berambisi untuk mendapatkan setidaknya satu pembalap top, dan Martin, yang sebelumnya berhasil mengalahkan Francesco Bagnaia dari Ducati untuk meraih gelar 2024 bersama Pramac, kini menjadi bagian dari struktur satelit Yamaha.
Langkah Berani Yamaha
Setelah mengalami musim pertama yang sulit di Aprilia akibat cedera, Martin berhasil bangkit dan memimpin klasemen menjelang balapan di Asia-Pasifik. Pavesio mengakui bahwa penandatanganan Martin adalah langkah yang berani, namun dia yakin bahwa bakat dan kecepatan Martin sebanding dengan pembalap top lainnya. "Kami percaya pada pembalap ini," ungkap Pavesio, sambil menambahkan bahwa dukungan dari manajer tim Pramac, Gino Borsoi, sangat membantu dalam pengambilan keputusan ini.